Kerjakan dengan ikhlas
Minggu pagi itu sehabis shalat subuh aku mencoba merebahkan diri diatas kasur. Udara dingin minggu pagi tak kuasa menahan kantukku. Aku pun terlelap.
“Bapak.. bangun.. “, suara Lintang membangunkan tidurku.
Aku sebenarnya pengen langsung bangun. Tapi mata ini tetap tak kuasa menahan kantuk. Maklum malannya aku habis begadang mencoba merampungkan tulisan tesis-ku. Dengan agak berat juga aku beringsut dari ranjang, mencuci muka. Suara Lintang masih tetap terdengar. Hmm… kayaknya anak ini sudah kelihatan bakatnya. Agak cerewet persis seperti ibunya. :p
“Bapak.. kata ibu suruh bersihin got depan, ntar kalo macet banyak nyamuk demam berdarah, lho..”, Lintang kembali memberikan kuliah dipagi ini.
Setelah menyeruput segelas teh hangat, aku ke halaman belakang berusaha mencari-cari alat yang bisa kugunakan untuk membersikan got. Maklum jika sudah ada mantra ‘kata ibu’ itu sudah merupakan suatu perintah yang tidak bisa ditolak-tolak. Sekilas aku pandang ibunya yang lagi asyik memasak di dapur hanya senyum-senyum aja.
“Ayo bantuin bapak bersihin got depan ya..”, kataku pada Lintang.
Got itu memang sudah kotor. Tumpukan daun-daun kering dan sampah plastik memenuhi got. Maklum sudah lama tak sempat aku bersihkan karena kesibukan ini.
“Bismillahirohmanirohim…”, aku memulai pekerjaan ini. Aku berusaha agar pekerjaan ini aku lakukan seiklas-iklasnya, walaupun terus terang aku agak enggan melakukannya. Aku ingat petuah bijak dari A’a Gym, bahwa kerja itu ada 3 prinsip, yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Akhirnya satu persatu sampah berupa lumpur, plastik dan dedaunan itu pun aku angkat dari dasar got.
Walaupun awalnya sangat berat, tapi lama-kelamaan entah kenapa, semua berjalan sangat menyenangkan. Apalagi Lintang juga ikutan membantu menyerok-nyerok sampah di dasar got untuk ditaruh kedalam pengki untuk kemudian aku buang ke tempat sampah di kebun depan. Melihat anak itu dengan riang melakukan pekerjaan ini, aku jadi ikutan senang. Bahkan kotor akibat lumpur malah kita buat guyonan dicolek-colekan. Jadi deh pada kotor semua. Tapi kami puas got telah benar-benar bersih.
Pada suatu saat, mataku tertuju pada lipatan kertas yang sepertinya agak familiar di dasar got. Aku buka lipatannya dan… Ya betul, itu adalah lipatan uang kertas limapuluh ribuan! Uang itu sudah sedemikian kumal. Bau got lagi..
Antara penasaran dan senang, aku cuci uang itu dengan air bersih. Uang itu ternyata masih utuh walaupun udah agak dekil. Alhamdulillah.. Ini rejeki namanya..
Teman, pernahkah sampeyan mengalami keajaiban-keajaiban yang tidak pernah terduga? Sebenarnya kejadian seperti ini bukanlah pertamakali yang kualami. Bahkan, dua hari ini aku masih penasaran dengan beberapa orang yang mengirimkan pulsa ke nomor selulerku secara misterius. Aku tidak kenal dengan orang-orang itu. Bahkan tidak pernah ketemu muka dengannya. Apalagi meminta mereka mengirimkan pulsa untukku. Namun memang, setiap telpon keluh kesah dari mereka, aku berusaha melayaninya semampuku dengan ikhlas. Mungkin ini memang balasan dari Allah, atau entalah.
Berusaha dengan ikhlas itu memang bukanlah perkara yang mudah. Bahkan aku pun sering gagal melakukannya. Tapi yang jelas yang pernah aku tahu, jika ikhlas sudah menjadi kebiasaan, jangan heran kalau hidup menjadi penuh kedamaian dan kasih sayang, juga kemudahan dan berbagai kejaiban. Jangan berharap terlalu besar dengan hal-hal baik yang pernah kita kerjakan. Yakinlah bahwa Allah pasti akan memberikan balasan atas semua yang kita kerjakan. Jika tidak sekarang di dunia, insyaallah akan dibalas-Nya di akhirat kelak.
Bagaimana pendapat sampeyan?
Read original post at http://feedproxy.google.com/~r/mazirwan/~3/ftQtEClj-aQ/kerjakan-dengan-ikhlas.html
Related posts:
- Sudahkah Kita Ikhlas?
- Sudahkah Kita Ikhlas?
- Impotensi? Maaf, bapakmu tidak mengalaminya, nduk..
- Kata orang tentang “UANG”
- #114: Sampah Daur Ulang
- Dapatkan Peluang Usaha Yang Tidak Main-Main dengan Oxy Sehat
- Lahirlah dengan cinta, Zahra
- Orang Bodoh vs Orang Pintar
- Apa kegunaan dari mouse?
- Membaca Berita Dengan RSS
Wikusama (noun) : nick community alumni [1] widyaloka kusuma samekta makarya [2] tempat mencari ilmu yang bersinar, harum, mewangi, yang mendidik dan menyiapkan sumber daya manusia agar siap terjun ke dunia kerja [3] ikatan alumni smk telekomunikasi sandhy putra malang [4] tidak mengenal batas generasi dan umur; mailing-list [1] wikusama@wikusama.com
Latest Comments