antara orang pusat dan regional
Sang manager berturur kalau dia kaget melihat kondisi staf-stafnya. Dia bertanya ke staf dengan yang sudah punya embel-embel expert.
“Rumah dimana Man?”
“Lubang buaya bos”
“Ke kantor naik mobil?”
“Ah si bos, … naik motor kok”
“Ooo”
Dia bertanya ke expert-expert yang lain, jabawannya malah “naik angkot dari Kranggan, turun di UKI, lanjut ojek deh”.
Dia bercerita di forum makan siang tersebut bahwa staf-stafnya di regional lebih makmur. Maksudnya mobilnya cap keren, bahkan staf yang terbilang baru -3 tahun masa kerja- saja sudah pakai mobil. Si Maman mobilnya Altis (walau bekas), si Momon Jazz baru kinyis-kinyis, si Mimin CRV, di Mumun Xtrail, dan kesemuanya belum berlabel expert. Lha disini staf-stafnya yang sudah berlabel expert kok ngojek. Padahal orang-orang regional dengan kondisi seperti itu masih mengeluh, kenapa jatah training ke luar negeri sering gak sampai sana.
Semua berpendapat. Muaranya adalah rumah. Lho kok jadi lari ke rumah. Benar, rumah. Ketika sudah mulai menerima gaji, mulai berani melirik gadis manis pujaan hati, dan akhirnya berkeluarga, tentu target berikutnya rumah. Hal yang sudah melekat di alam bawah sadar kebanyakan orang, termasuk aku. Rumah 100 meter persegi di pusat -Jabodetabek- dibanding rumah di regional harganya bagai bumi dan langit. Uang 100 juta di pusat untuk DP dan harus mencicil lagi sampai anak lulus sma, sedangkan di regional langsung dapat kunci dan sertifikat, itupun masih sisa. Sama nabung, yang satu nabung tuk beli mobil satu lagi nabung di bank -angsuran cicilan-. Dalam 3 tahun tabungan orang regional sudah terbeli mobil, orang pusat masih kurang karena sudah terkuras tuk DP dan cicilan. 10 tahun lagi, orang regional sudah jadi konglomerat, karena tabungan menumpuk dan digunakan sebagai modal usaha. Orang pusat, demi mengejar ketertinggalan rela lembur puluhan jam, kalau perlu jatah training regional disunat demi lembaran dolar dan kepingan euro.
Semua tertawa. “Pantesan orang regional menolak mutasi ke pusat, makmur banget rupanya. Raja kecil coy!” Benar, raja kecil, persis petinggi-petinggi daerah sejak diresmikannya otonomi daerah. Manager menimpali “lha stafku disana aja kartu kreditnya platinum!”
Tapi jangan salah bos, sebentar lagi staf anda di pusat juga gak kalah dengan staf anda di regional. Walau gak punya mobil lihat aja kamera dan sepedanya, hahahahahahahahaha.
Ampunn Ma, ampun …
Read Original Post at : http://dryae.blogspot.com/2007/06/antara-orang-pusat-dan-regional.html
Related posts:
- antara orang pusat dan regional
- Menjadi orang paling KAYA sedunia
- Antara Aku, Kau dan …..
- Orang Bodoh vs Orang Pintar
- Indonesia Di Mata Orang Asing
- Nostalgia Naik Kopaja (setelah 6 tahun)
- Kenapa orang Yahudi Israel cerdas?
- Pusat busana muslim anak termurah, zalfacollection.com
- Kucing Peliharaan Alin
- #097: Orang Kota, Orang Kampung, dan "Kampungan": "Norax Culture" [1]
Wikusama (noun) : nick community alumni [1] widyaloka kusuma samekta makarya [2] tempat mencari ilmu yang bersinar, harum, mewangi, yang mendidik dan menyiapkan sumber daya manusia agar siap terjun ke dunia kerja [3] ikatan alumni smk telekomunikasi sandhy putra malang [4] tidak mengenal batas generasi dan umur; mailing-list [1] wikusama@wikusama.com
Latest Comments