“Pokoknya setelah cinta fitri 3 ini, ndak boleh lagi ngikutin sinetron yang lain lho ya…” Ucap saya pada istri saya malam itu.
Saat itu hanya satu hal yang ada dalam pikiran saya “tidak berguna”
Pelajaran apa yang didapat dari sinetron? sangat sedikit.
Akhir2 inipun makin banyak acara2 tivi yang menurut saya (dan saya yakin banyak orang juga), membodohi masyarakat, membodohi penonton dengan cerita yang disetting dan kemas menjadi realita. Ya… reality show itu.
Pembawa beritapun tidak kalah aksinya, macam polisi yang menginterogasi tersangka kejahatan saja pada saat mereka melakukan wawancara.
Tapi akhir-akhir ini saya tersadar, bahwa hal-hal itu merupakan suatu bentuk mata rantai, membuat keterkaitan antara satu dan lain hal, mulai dari survey produsen tentang minat dan keinginan konsumen sehingga dibuatlah format acara sesuai dengan penelitian tersebut.
Ibaratnya hukum pasar, mana yang tidak diminati ya jelas tidak akan laku… dan tentu saja tidak ada produsen di manapun yang…
Read original post at
Performance management, atau manajemen kinerja, yaitu suatu konsep sistem yang membahas mengenai keseluruhan pekerjaan, yang terdiri dari 4 tahapan / siklus , yaitu :
1. tahap perencanaan (planning)
2. tahap pelaksanaan (implementing)
3. tahap pengawasan (controling)
4. tahap evaluasi (evaluating)
Mengapa manajemen kinerja tersebut penting?
Manajemen kinerja diperlukan untuk :
mengetahui sejauh mana pencapaian hasil kerja kita terhadap target yang direncanakan semula,
untuk [...]
Read original post at http://wishbeukhti.wordpress.com/2009/05/29/apa-itu-performance-management/
Human Resource Planning (HRP atau HR Planning) atau yang biasa disebut dalam bahasa Indonesia dengan sebutan Perencanaan SDM, adalah suatu perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Dengan kata lain HRP adalah merencanakan kebutuhan dan pemanfaatan SDM bagi perusahaan.
HRP menghubungkan manajemen SDM dengan visi, [...]
Read original post at http://wishbeukhti.wordpress.com/2009/05/29/apa-itu-hr-planning/
Baru-baru ini pemerintah Amerika melalui Menteri Energi AS Steven Chu mengatakan bahwa menghimbau untuk mengecat atap dengan warna putih yang merupakan pemantul cahaya dan disebut “energy-reflecting white” , hal ini merupakan hasil dari simposium perubahan iklim di London.
Read more…
Read original post at http://mjohanam.wordpress.com/2009/05/28/himbauan-as-untuk-mengecat-atap-dengan-warna-putihto-save-energy/
Setiap pulang ke kampung halaman, saya dan keluarga selalu melewati Kota Solo. Namun jarang sekali kami singgah di kota itu. Maklum, biasanya ketika kami melewati kota ini, hari sudah malam atau dinihari. Nah, kebetulan pada saat kemaren (21/05/2009) kita melewati kota ini untuk kesekian kalinya, hari masih pagi. Kira-kira jam 7-an. Sebelum meneruskan perjalanan, kami coba untuk singgah sejenak mencari pengganjal perut yang mulai keroncongan.
Awalnya saya ingin mencari bubur ayam saja buat menu sarapan pagi itu. Namun sayang, mungkin belum beruntung saja, si tukang bubur ayam di Kota Solo ini kok masih belum nongol-nongol juga. Nggak seperti di Jakarta yang dapat dengan mudah kita jumpai di berbagai sudut kota.
Akhirnya pilihan kita jatuh pada nasi liwet, makanan lesehan yang banyak tersebar di emperan toko. Setelah mencari beberapa tempat yang kira-kira “agak nyaman” kami pun akhirnya singgah di lapak Warung Liwet Bu Hadi yang berada di pinggir Jl. Yos Sudarso Solo.
Pagi itu, lapak Bu Hadi lumayan ramai oleh pengunjung. Kami pun memesan 6 bungkus nasi liwet. Terus terang, ini adalah baru pertama kalinya saya menikmati nasi liwet ala Solo (** katrok ya?) Tak lama kemudian, nasi liwet pesanan kami pun tiba. Uniknya, makanan ini disuguhkan bukan di tempat makan seperti piring atau mangkok, namun menggunakan daun pisang berlapis dua yang di salah satu ujungnya di-”sunduk” dengan tusuk gigi terbuat dari bambu.
Seporsi nasi liwet terdiri dari nasi, sepotong ayam kampung, dan sayur pepaya muda. Hmmm… sungguh nikmat sekali. Apalagi ditambah dengan segelas besar “wedang” teh. Sungguh nikmat disantap di kala pagi. Exciting sekali lah.. Ditambah lagi harganya yang lumayan murah… hmmm… enak sekali.
Wah, kapan-kapan kayaknya saat lewat Solo rugi banget jika tak mampir menikmati nasi liwet di pagi hari. Yukkk maree….
Read original post at http://feedproxy.google.com/~r/mazirwan/~3/7TcBfmB3uag/mampir-di-solo-sarapan-nasi-liwet.html
suka ma warna-warna yang masuk di photo ini, tampak begitu penuh warna.
Posted in karsa, rasa, dan cipta
Read original post at http://devie.wordpress.com/2009/05/25/balai-kota-malang/
Ada kalanya kita terjebak oleh situasi yang tidak mengenakkan, entah itu dalam lingkungan keluarga, pertemanan, kantor, dimana saja. Meskipun kita telah berusaha memberikan yang terbaik yang bisa kita lakukan saat itu, bisa jadi respon lingkungan yang terjadi masih saja ada pihak yang merasa tidak senang dengan respon kita.
Itu sudah biasa. Begitulah hidup.
Tidak akan pernah tercipta [...]
Read original post at http://wishbeukhti.wordpress.com/2009/05/23/yang-lalu-biarlah-berlalu-let-its-gone-by-gone/
seperti halnya Malang, Surabaya juga tempatku belajar banyak hal, kota yang memberi andil kepadaku untuk menjadi seperti detik ini. jika Malang mendidikku tentang tanggung jawab, maka Surabaya memberiku pelajaran tentang kepercayaan.
pabrik di lantai 9 gedung putih aneh di pusat kota Surabaya itulah kampus pertamaku di Surabaya. kampus yang sekarang kuyakini menjadi ladangku menggali arti kepercayaan. memberiku [...]
Read original post at http://devie.wordpress.com/2009/05/23/kepercayaan/
“Nggak mas, udah kenyang” Adik saya malam memang jarang makan.
“Yaudah, aku mau makan keluar, ke bebek surabaya” Lanjut saya…
“Eh nggak jadi kenyang ding… ikutt!!!” Dasar… Angky! hehehe
Terbukti, nasi bebek ini bisa bikin orang kembali lapar dalam sekejab, hehehe
Nasi Bebek Surabaya, pas-nya ada di jalan Diponegoro, Denpasar. Kalo kita dari arah pasar Sanglah mau menuju arah Genteng Biru, lihat saja di kiri jalan… sebelum masjid An Nur. Sebelah2an sama Nasi Liwet.
Seperti warung2 nasi bebek yang lain menunya terdiri dari lalapan bebek goreng, ayam goreng, tempe dan tahu goreng. Yang membuat berbeda adalah bumbunya… mereka memberi nama
“Bebek Presto Bumbu India”
eemmmh… keren lho bawa2 india. hehehe
Daging bebeknya empuk, bumbu (india) nya meresap… sampe ke tulang katanya.
Nasinya di taruh di ingke (piring dari anyaman) yang dialasin daun pisan, di atas nasi sedikit dituangi minyak lemak bebek dan bawang goreng.. sedaaaap betul deh.
Dan yang menurut saya …
Read original post at
Latest Comments