Nostalgia ikutan sanggar seni
Seorang mbak-mbak mendatangi kami yang sedang memilih barang di rak di salah satu perbelanjaan di Jakarta Timur. Mbak tersebut menawarkan agar Lintang — yang kebetulan kami ajak berbelanja — untuk bergabung mengembangkan bakat di Sanggar Ananda.
Berbicara tentang bakat akting, kami sendiri sudah melihat pada diri Lintang. Lintang memang memiliki kemampuan bertutur yang bisa dikatakan lebih menonjol dibandingkan dengan bakat yang lain. Dia pada umurnya yang sekarang bahkan telah mampu menceritakan pengalaman pribadi melalui tulisan dan gambar-gambar. Bahkan pada perpisahan di TK sebelumnya dia berani tampil di depan umum memberikan pidato perpisahan dan menjadi pemain operet pada acara tersebut.
Saya sendiri tak merasa keberatan jika seandainya Lintang ikut dalam kegiatan sanggar. Bahkan bisa jadi akan mengingatkan saya pada masa SMP dulu. Saya sendiri pada saat SMP ikut dalam sebuah sanggar yang diadakan di sekolah. Nama sanggarnya adalah Sanggar Vorirax yang merupakan singkatan vokal, tari dan gerak. Sanggar ini merupakan salah satu kegiatan ektrakurikuler yang diadakan di SMP Negeri I Wagir, Malang pada saat itu (tahun 1990-an). Sayangnya, sanggar ini kurang berkembang dikemudian hari. Entah saat ini.
Pada masa kecil saya, kegiatan seni sering saya ikuti. Saat SD misalnya, beberapa acara lomba menulis dan membaca puisi banyak saya ikuti kala itu. Lumayanlah, untuk tingkat kecamatan sampai kabupaten Malang beberapa prestasi bisa saya raih. Kadang juara satu, juara dua namun seringnya juara harapan satu..hehehe.. Namun, karena prestasi yang nanggung itu akhirnya saya nggak ikutan lagi lomba-lomba baca puisi ini.
Atmosfer kala masa kecil saya memang menarik kepada cinta kesenian. Masih ingat dengan cerita-cerita anak yang dibawakan oleh Sanggar Cerita? Ada cerita tentang Bawang Putih dan Bawang Merah, Mario Haley dll.? Di Malang kala itu banya radio yang memutar sandiwara radio ini. Saya yakin demikian halnya dengan kota-kota lainnya. Tak jarang, saya rela menunggu pemutaran sandiwara ini di radio kesayangan. Maklum, untuk beli kasetnya, saya tak cukup punya keberanian untuk meminta dari orang tua. Lagi pula, jika saya minta juga belum tentu dibelikan karena kondisi ekonomi orang tua yang tak bisa dikatakan baik. Bahkan hanya sekadar untuk membeli kaset.
Mendengarkan sandiwara radio dari Sanggar Cerita inilah yang akhirnya memotivasi saya kala itu untuk ikutan dalam kegiatan berkesenian. Siapa tahu nanti bisa jadi artis terkenal hehehe… Sayangnya, keinginan tinggal keinginan. Akhirnya tak kesampaian juga lha wong sekarang akhirnya jadi kuli komputer
*****
Mbak-mbak tesebut masih menerangkan cara bergabung dengan Sanggar Ananda kepada istri saya. Terus terang saya sendiri tak akan memaksakan Lintang untuk ikutan sanggar tersebut. Jika ia mau, biarlah ikut sanggar asal tempat latihannya nggak jauh-jauh dari rumah kami di Lubang Buaya. Tapi agaknya tempat latihannya nggak ada yang deket rumah, ya terpaksalah Lintang belum berkesempatan ikut dalam sanggar ini. Sayang sekali…
Ada yang masih punya kasetnya Sanggar Cerita? Boleh sharing dong…
** gambar sampul kaset diambil dari sini.
Read original post at http://feeds.feedburner.com/~r/mazirwan/~3/508093039/nostalgia-ikutan-sanggar-seni.html
Wikusama (noun) : nick community alumni [1] widyaloka kusuma samekta makarya [2] tempat mencari ilmu yang bersinar, harum, mewangi, yang mendidik dan menyiapkan sumber daya manusia agar siap terjun ke dunia kerja [3] ikatan alumni smk telekomunikasi sandhy putra malang [4] tidak mengenal batas generasi dan umur; mailing-list [1] wikusama@wikusama.com
Latest Comments