Home > Alumnus Blog > Kamera Digital Pertamaku

Kamera Digital Pertamaku

eos1000d.jpgIbaratkan seorang anak kecil yang mengidam-idamkan sebuah mainan yang benar-benar dimpikannya setiap malam, itulah yang aku alami satu minggu terakhir kemarin terhadap keingingan serta kebutuhan akan sebuah kamera digital.

Ya betul, dikarenakan virus racun yang telah ditularkan oleh dua makhluk imut yang ada di pasar tempat aku dagang tiap harinya, virus yang akan membuat kantong bolong dalam waktu sekejap mata saja, yaitu virus fotografi.

Berawal pada beberapa bulan kemarin, dimana om idrus yang terlebih dahulu meminang Sony Alpha 300 untuk dijadikan pendampingnya ketika jalan-jalan kesana kemari, kemudian dilanjut oleh om dika yang turut membawa pulang Nikon D60 yang terkenal dikalangan fotografer-mania.

Setelah menimbang-nimbang kelebihan dan kekurangan antara kamera DSLR dengan kamera poket / prosumer melalui berbagai macam website dan masukan dari temen-temen alumni wikusama, akhirnya pilihanku yang semula ingin meminang kamera prosumer keren Canon PowerShot S5-IS pun berubah menjadi ke kamera DSLR karena kelebihan yang dimilikinya jika dibandingkan dengan kamera prosumer / pocket biasa.

Pilihan yang ada pun mengerucut menjadi 4 pilihan DSLR entry-level dengan range harga Rp 5 jt – Rp 6 jt saat ini, yaitu :

  1. Canon EOS-1000D
  2. Nikon D60
  3. Sony Alpha 350
  4. Olympus E-420

Berdasarkan pengalaman temen-temen yang hobby potret memotret, dimana ketersediaan lensa di pasaran yang ada dari keempat merk diatas, akhirnya pilihanku pun mengerucut menjadi 2 saja, yaitu antara :

  1. Canon EOS-1000D
  2. Nikon D60

Benar-benar pilihan yang dilematis, karena dari kedua merk diatas mempunyai fans dan penggemar masing-masing yang sama kuatnya. Mulai dari kalangan amatir, profesional hingga para hobbies kelas kakap yang rela menghabiskan dana puluhan hingga ratusan juta untuk ‘mendandani’nya. Benar-benar hobby yang mahal … D

Akhirnya setelah menimbang-nimbang baik dan buruk dari fitur-fiturnya, kelebihan dan kekurangan dari kedua kamera diatas, serta sejarah dua perusahaan tersebut yang udah puluhan tahun berkecimpung didunia fotografi, pilihanku pun tertuju kepada Canon EOS-1000D, yang juga mempunyai nama lain Canon KISS FX (untuk konsumer yang di Jepang sana, persis seperti yg aku dapatkan dari tokocamzone langganan teman pasarku).

Thanks berat buat om idris yang telah menemani aku hunting ke ITC Fatmawati sana dan akhirnya ketemu dengan rekan dari FN yang mempunyai nickname firza (met kenal bro, kapan-kapan kita hunting bareng yukk .. ), juga temen-temen di milis wikusama yang telah memberikan masukan dan review-review & racun-racunnya yang telah disebarkan. Dan tak lupa temanku Hasan yang telah dengan ikhlas meminjamkan helm-nya untuk aku pakai hunting. “Kapan elo belinye crut ? kebanyakan liat-liat harga malah kagak jadi beli dah … wakakakakaka … :p”

Go … Go … Go … SLR !! (om taufik aku pinjem ya tagline nya .. hehehe )

Sekarang waktunya menabung untuk membeli aksesoris dan lensa ini itunya deh .. hehehe ..
Semoga awet dan barokah pilihanku ini. ;)

Picture tribute to : http://media.shinyplastic.com/prodimg/canon-eos-1000d.jpg

Read original post at http://yudhiapr.blogdetik.com/2008/09/18/kamera-digital-pertamaku/

Related posts:

  1. Tips memilih dan membeli kamera digital
  2. Ukuran sensor pada kamera digital
  3. Ukuran sensor kamera digital pengaruhi ketajaman foto Anda
  4. Tipe-tipe lensa kamera SLR
  5. Tips Merawat Digital Camera
  6. Sensor kamera bersih, yakin ?
  7. Tips memaksimalkan lensa kit DSLR
  8. tebak-tebakkan metering kamera
  9. tebak-tebakkan metering kamera
  10. It's 12 Inch Behind Camera that Matters

Categories: Alumnus Blog Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.