Sujud bersama Rembulan Ramadhan
“ihdinasiratal mustaqim sirathol ladzina an amta alaihim ghoiril maghdzubi alaihim, waladzolin,,, amin,,,,”
terdengar merdu melagu dari kerongkongan imam shalat tarawih di balai RW 10 yang saya ikuti, beliau masih muda , dandanan khas seorang ikhwan ( pake kacamata ) baju koko dengan celana kain rapi jali, tidak lupa jenggot yang menghias rapi dagunya

Memang tahun ini saya putuskan, tidak mengikuti shalat tarawih di mesjid, sebuah ruangan 7 X 10 meter yang menjadi aula pertemuan warga komplek RW 10 kini telah disulap sementara sebagai lokasi sujud tarawih para warga , bagi saya pribadi lokasi tidak terlampau penting, namun niat tulus ikhlas mendapatkan kue&takjil RidhoNya jauh lebih utama agar ibadah ramadhan ini lebih lengkap dengan happy ending mendapat ampunanNya
, syukur-syukur mendapat Lailatul Qodar wuihh..
aminn..
Bersama
genk kalasan cewe-cewe sesama penghuni kost dan seperjuangan mengadu nasib di kota malang ini, kami berangkat dengan riang gembira. Sebut saja si Caressa dan Anita yang menjadi model poto POCONG disamping , tampak saling melempar senyum sumringah karena telah berkesempatan mendapat jepretan jenk dhetea
Sesampainya di balai RW 10 , hitungan Jarum jam dinding ruangan menunjuk angka tujuh kurang seperempat , tiba-tiba mata kami bertiga menangkap sesosok bayangan hitam yang membuat hormon bahagia melonjak , Kenapa?? Mengapa?? Ada apa??
Yepp.. para pemirsa yang budiman, penyebabnya adalah pria ganteng berpunggung seksi berbaju kok hitam yang sempat tertangkap SE K750i jenk dhetea yang kini menjadi idola dadakan cewe-cewe sesama jamaah termasuk jenk dhetea, kontan kami bertiga saling berpandangan dan melempar senyum demi melihat pemandangan bening berjarak 2 saf di depan kami bersila. Huehehe.. ngetik sambil tersenyum-senyum

Jam 19.30 teng,8 rakaat telah usai. Imam muda kami yang sedari tadi menghadap kiblat , berbalik arah 180 derajat menghadap para jamaah, memulai ceramah agama yang membasahi relung-relung jiwa yang selama 11 bulan terakhir kering kerontang, sibuk mondar mandir mengejar dunia yang tak pernah berhenti berlari.Apalah artinya dunia, toh sejatinya kita tidak akan hidup selamanya .Saya tertegun “menelanjangi” lahiriah imam muda yang berbicara lantang di baris terdepan , kata-kata yang keluar dari mulutnya seperti anak panah yang melesat dari busurnya, menghunjam dalam di benak pendengarnya, tapi tanpa rasa sakit, justru kesejukan yang terasa , semoga rasa ini bertahan seterusnya , tak seperti tetesan alkohol yang dingin sesaat kemudian hilang tak membekas dalam hitungan menit.
“Bila seorang hamba mendekat kepada-Ku (Allah) sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan bila dia mendekatiku dengan berjalan, maka Aku mendekatinya dengan berlari. “(HR Bukhari). Masih menggema suara lantang imam muda itu di dalam ruang jiwa saya sampai akhirnya ibadah malam itu terlengkapi dengan salam terakhir shalat witir. Sebelumnya Jenk Dhetea mohon maap, bila foto disamping membuat mata para bloggers fellow yang melihat jadi agak kabur dan nge-blur, karena kesalahan bukan pada penglihatan anda. Percaya dech

Semoga Ibadah ramadhan kita semua lancar dan mendapat pengampunan dosa dariNya. aminn..
Betapa bahagianya bila Engkau mengijinkan hamba kembali menikmati indahnya rembulan ramadhan tahun depan. Semoga…
Soo… para bloggers fellow, kapan qt akan kopdar lebaran ???
Read original post at http://oceansoblue.blogspot.com/2008/09/sujud-bersama-rembulan-ramadhan.html
Wikusama (noun) : nick community alumni [1] widyaloka kusuma samekta makarya [2] tempat mencari ilmu yang bersinar, harum, mewangi, yang mendidik dan menyiapkan sumber daya manusia agar siap terjun ke dunia kerja [3] ikatan alumni smk telekomunikasi sandhy putra malang [4] tidak mengenal batas generasi dan umur; mailing-list [1] wikusama@wikusama.com
Latest Comments