Home > Alumnus Blog > Menjadi manusia berbudi Luhur, tahu benar dan salah

Menjadi manusia berbudi Luhur, tahu benar dan salah

Mungkin ada melihat seperti kalimat yang heroik. Tapi sebagai manusia, harusnya itu bisa menjadi pedoman bagaimana kita menempuh kehidupan ini. Seperti pitutur jawa yang sering kita lihat “memayu hayuning bawana”, ikut memelihara ketentraman dunia. Tidaklah manusia dan jin diciptakan kecuali untuk beribadah pada Gusti Allah Yang Maha Perkasa.

Ada yang mengatakan berbudi luhur itu bisa menentramkan lingkungan di mana kita berada. Akhlak baik, tenggang rasa, tolong menolong, saling pengertian, dll. Yang lemah merasa terlindungi atau terbantu, yang kuat tidak merasa tersaingi atau tertandingi. Kemudian mengerti mana yang benar dan mana yang salah. Tentunya diiringi untuk selalu berusaha bisa menjalani atau menjauhinya. Dan ini berlaku di semua aspek kehidupan. Memang tidak mudah, karena manusia diberi berbagai macam karakter, model dan pikiran yang berlainan.

Tidak perlu muluk2, ikut membantu kewajiban di kelompok sosial kita, misal ikut bersih2 kost, bersih2 kamar mandi, ikut menyapu, menj…

Read original post at

Related posts:

  1. Menjadi manusia berbudi Luhur, tahu benar dan salah
  2. kesehatan manusia
  3. kesehatan manusia
  4. Manusia
  5. Alloh swt lebih tahu mana yang terbaik
  6. MANUSIA OPTIMIS VERSUS MANUSIA PESIMIS
  7. Menjadi Manager untuk diri sendiri
  8. Salah Jurusann Abiss …. salah sambungggg (bag II)
  9. Modifikasi salah kaprah
  10. Foto tentang manusia dan ular

Categories: Alumnus Blog Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.