Liwet yang tak ter-Lewat-kan ( Surakarta bagian II)
Bersila sambil memandang rembulan yang menggantung di langit solo , mata imajinasi saya seolah-olah melihat koin perak raksasa yang berkilat, sinarnya menerpa wajah para pecinta kuliner nasi liwet Patung Pandawa malam ini, sejenak saya hirup dalam-dalam udara malam yang hangat ( dibanding udara ekstrim malang ) agar indera peraba saya lebih “berkenalan” dengan temperatur jawa tengah.
Di sebelah sayup-sayup saya mendengar derai tawa pemuda-pemudi yang sedang berkumpul di warung lesehan sepanjang jalan Patung Pandawa Lima Solo Baru , kira-kira 10 meter dari tempat saya duduk bersila. Long weekend.. pasti mereka tidak mau melewatkan begitu saja, meskipun hanya sekedar nongkrong ato ngobrol ngalor ngidul , kawasan ini memang asik untuk menghabiskan malam minggu 
Seorang wanita berkebaya khas jawa dengan rambut memutih yang disanggul kecil, menyodorkan dua bungkusan daun pisang berisi nasi liwet, sedangkan cucu nya yang masih abg sibuk membuat teh hangat untuk kami, Weekend kali ini , sambil ditemani seorang
bodyguard teman , saya berbincang kesana kemari, meskipun duduk diudara terbuka namun semakin malam suasana makin hangat
( saya tidak bisa membayangkan kalo lesehan seperti ini ada di malang, bisa² kena flu tulang dan asam urat langsung kumat).
Trotoar yang harusnya dipakai untuk pedestrian ini telah disulap menjadi warung sederhana beralas tikar , kami menikmati makan malam hemm.. masakan yang berbumbu khas jawa tengah ini bisa memanjakan lidah “kulonan” saya ( mirip masakan mbah putri
)
usai menuntaskan hasrat kuliner nasi liwet solo baru, badan udah mulai kerasa pegal-pegal efek dari seharian tadi duduk di bis sumberkencono sby-solo fyuhh..
, dalam perjalanan balik ke penginapan , jalanan solo penuh dengan pameran dari klub-klub motor yang berjajar , mulai dari vespa sampai sepeda onthel , komunitas otomotif memang selalu ada dikota-kota seluruh indonesia, mudah dijumpai setiap malam minggu mereka biasanya nongkrong bareng menghabiskan malam panjang.
Yepp, tepat jam 22.45 batere energi saya sudah mulai low, mata pengen nya merem, dan punggung rasanya sudah minta relaksasi
diatas kasur penginapan kelas backpacker, saya merebahkan diri dan terlelap hingga pagii 
Kota ini punya kesan tersendiri buat saya, selain dekat dengan tanah kelahiran, ternyata dahulu kedua orang tua saya pun sering maen kesini, pasar klewer dan kota barat menjadi saksi bisu masa muda mereka untuk berdagang kain batik atau sekedar hobi bersepeda ngawi-solo gilakk… 
Aghh… saya ingin kembali pulang ke solo, kali ini bukan untuk berwisata lagi, namun menghabiskan masa muda saya juga disana … dan seterusnya sampai masa tua, mungkin…
* catatan HUT-RI ke 63 halaman kedua,
Read original post at http://oceansoblue.blogspot.com/2008/08/liwet-yang-tak-ter-lewat-kan.html
Semalem insomniaku lagi kumat, iseng-iseng buka koleksi film yang aku beli dari Yan (pengasong DVD bajakan yang biasa muter-muter di pasar) yang masih teronggok dengan rapi didalam rangsel bututku. Ada 2 film yang ada disitu, 


Wikusama (noun) : nick community alumni [1] widyaloka kusuma samekta makarya [2] tempat mencari ilmu yang bersinar, harum, mewangi, yang mendidik dan menyiapkan sumber daya manusia agar siap terjun ke dunia kerja [3] ikatan alumni smk telekomunikasi sandhy putra malang [4] tidak mengenal batas generasi dan umur; mailing-list [1] wikusama@wikusama.com
Latest Comments