Alhamdulillah, puji syukur aku panjatkan ke hadiratmu Ya Allah. Istri dan bayiku telah selamat. Semua itu adalah anugerah dari-Mu Ya Robbi.
Bayi mungil itu lahir dengan berat 3,5 Kg dan panjang 50 cm. Terus terang sampai hari ke-tiga kelahirannya, kami belum memilihkan satu pun nama untuknya. Maklum, sejak awal aku yakin bahwa bayi kami berjenis kelamin laki-laki walaupun dr. Budi bersikukuh bahwa bayi kami adalah perempuan. Keyakinan itu berlanjut hingga bulan ke 7 kehamilan. Saat itulah aku pasrah dengan apa yang akan di anugerahkan oleh Allah kepada kami. Laki-laki atau perempuan khan sama aja tho?
Bayi kami ternyata adalah perempuan, itu artinya gelarku sebagai orang paling ganteng (minimal di dalam rumah) masih belum terpecahkan hehehe…
Awalnya kami akan beri nama bayi tersebut dengan Najma yang berarti bintang. Karena saat ini di rumah kami telah terdapat satu bintang yaitu si Lintang (bahasa jawa= bintang). Tapi agaknya istriku kurang sreg. Kami pun belum mendapatkan satu namapun untuk si jabang bayi.
Hingga hari ketiga sejak kelahiran, bayi kami dan istriku belum bisa pulang. Ini di karenakan karena hasil pemeriksaan darah ditemukan birilubin si jabang bayi masih tinggi atau bahasa awamnya “kuning”. Jadi harus di lakukan penyinaran neonatus. Dulu para ibu-ibu jika bayinya kena kuning cukup di jemur tiap pagi di bawah sinar matahari.
Pagi tadi aku katakan pada suster, bahwa kami akan bawa saja bayi ini pulang. Tapi si suster memberikan penjelasan yang cukup menakutkan. Dia bilang, boleh saja, tapi jika terjadi apa-apa apa gak lebih repot bolak-balik ke RS? Bener juga sih.
Aku coba lihat hasil pemeriksaan laboratorium tertanggal 17 Agustus 2008 atas bayiku ini. Ada yang aneh. Disitu di tulis golongan darah si jabang bayi adalah O. Hmmm… bagaimana bisa? Golongan darahku A, istriku B gimana bisa jadi O? Kalo Lintang golongan darahnya AB mungkin masih wajar. Lha ini kok O ya? Jangan-jangan……
Terbesit rasa curiga, jangan-jangan bayi ini tertukar saat dimandiin? Aku kembali menbanding-bandingkan foto saat si bayi masih baru lahir dengan kondisi saat ini. Persis banget. Jadi gak mungkin tertukar dong. Jadi ini bayi siapa? Jangan-jangan…
Rasa penasaran itu pupus sudah ketika suster memberitau, bahwa kondisi itu bisa saja terjadi. Hasil browsing-browsing di internet ketemu ini. Konon, kabarnya golongan darah O ini bisa menjadi pendonor bagi banyak orang. Itu artinya ia akan bisa menolong banyak orang. Sungguh mulia.
Bayi mungil itu akhirnya kami pilihkan sebuah nama ASYIFA dari kata ASSYIFA yang berarti penolong/obat. Semoga bayi kecil ini kelak bisa berguna dan menolong banyak orang. Sedangkan nama panjangnya adalah ASYIFA RAYA DYANDRA PRADIPTA. Itulah nama sekaligus harapan orang tua baginya.

Read original post at http://feeds.feedburner.com/~r/mazirwan/~3/374936483/kisah-orang-paling-ganteng-dimulai.html
Latest Comments