“Kamu itu sebenarnya pinter, tapi sayang attitude-mu kurang”, mungkin begitulah garis besar dari perkataan seorang kawan kepadaku beberapa waktu yang lalu. Berbekalkan rasa penasaran yang teramat dalam terhadap apa arti dari kata-kata tersebut (sekalian buat bekalku untuk berinstrospeksi diri, tentu saja menuju ke jenjang yang lebih baik lagi. Amin), maka jari jemariku pun telah aktif mencari-cari dibelantara internet dengan bantuan dari om google yang baik hati dan tidak sombong.
Berdasarkan info dari mbah wikipedia.org disini, Attitude itu adalah :
Attitude is a hypothetical construct that represents an individual’s like or dislike for an item. Attitudes are positive, negative or neutral views of an “attitude object”: i.e. a person, behaviour or event. People can also be “ambivalent” towards a target, meaning that they simultaneously possess a positive and a negative bias towards the attitude in question.
Attitudes are composed from various forms of judgments. Attitudes develop on the ABC model (affect, behavioral change and cognition). The affective response is a physiological response that expresses an individual’s preference for an entity. The behavioral intention is a verbal indication of the intention of an individual. The cognitive response is a cognitive evaluation of the entity to form an attitude. Most attitudes in individuals are a result of observational learning from their environment.
Berdasarkan saran dari kawan-kawan yang lain, hal-hal yang mempengaruhi penilaian attitude kita adalah :
- Tidak mudah mengeluh, tidak mudah menyerah, tidak mudah berprasangka buruk
- Sopan santun, tata cara berinteraksi dengan orang lain, etos kerja
- Taat kepada aturan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis
- Mudah beradaptasi dengan lingkungan
- Bekerja dengan cerdas dan tepat waktu
- Lebih banyak mendengarkan daripada berbicara
- Cara kita membagi pengetahuan dengan orang lain, apakah berkesan mendikte, sok tau ataukah sharing
- Cara kita menerima pendapat orang lain, apakah suka membantah, menerima, ikut-ikutan, mencari solusi jalan keluar
- Cara memberikan / menerima perintah, dengan wajah senang, wajah cemberut, ataukah dengan kata “tolong”
- Cara berkomentar terhadap sesuatu hal, ceplas ceplos, mikir dahulu baru berkomentar
- Cara kita menerima dan mengakui kesalahan
Attitude adalah hal yang abstrak definisinya, karena itu lebih bersifat hubungan secara moral, tidak seperti Matematika dimana bisa diukur nilai dan definisinya secara sama dan tepat, dimanapun berada tanpa ada perbedaan. Sedangkan attitude ini penilaian dari masing-masing individu akan berbeda. Karena yang menilai adalah hati masing-masing orang yang berinteraksi dengan kita.
Oleh sebab itu, sungguh benarlah sebuah nasehat dari Almarhum mbahkungku dahulu kala “Le, awakmu ojo mbedak-mbedakno konco siji karo liyane, sopo wae kudu dikancani, trus ojo sampe ngelarani atine sopo wae” (arti : Nak, kamu jangan membedakan pertemanan dengan siapa saja, siapa saja harus ditemani. Dan jangan sampai menyakiti hati siapapun juga)
Sungguh sebuah nasihat yang cukup mendalam artinya, dan sungguh berat untuk bisa melaksanakannya, di dunia yang serba materialistis, individualistis seperti saat ini. Terutama di tengah-tengah hingar bingar kehidupan ibukota Jakarta. Semoga saja aku bisa menerapkan nasehat dari Almarhum mbahkungku itu. Amin. (I miss him so much)
Read original post at http://yudhiapr.blogdetik.com/2008/04/01/attitude/
Latest Comments