Nafsu, Akal, Hati
Siapa yang menang?
Read original post at Cak Usma blog
Siapa yang menang?
Read original post at Cak Usma blog
A
Read original post at orakanggo blog
A
Read original post at orakanggo blog
A
Read original post at orakanggo blog

“don’t even think about taking this broom from me!”

dried paddy field, untidy phone network cables, and a handmande roadside lamp

the great grandmother of Aline

the ancestor and the descendant

“if the number of teeth marked the age, then i am older than mbah buyut”

Auntie, Mama, and Aline after the shalat ied and sungkeman

“white flag means surrender, isn’t it, papa?” – Aline at the edge of waduk bening widas, saradan, madiun

“eugh, cradle is only for babies, why did mama and auntie likes this thing so much?”

papa with patih bujang ganong mask

“whoa papa, huge dried snot you have there, let me pick it for you” – Aline nosepicking the bujang ganong mask

“it’s salty, just like regular dried snot”

a deserted scenery of jati forest, saradan, madiun

“are you a goat? mama said you’re not goat, but i am not sure, so tell me, are you a goat or not?”

“your friend did not answer my question, mortals…now i demand you to answer my question, are you a goat or not?”

“heheheh, mama, come here, they said they’re goats…”
Read original post at alfarizqi blog
A
Read original post at orakanggo blog
Sudah takdir sebagai jomblo, malem minggu gw habisin buat nonton tv sambil ngegame. Ditengah asik-asiknya main Stronghold Crussader si Angga sms isinya ngajakin ke surabaya buat datengin invitasi taekwondo se Jatim. BESOK.
Males banget, tapi ini kesempatan langka tapi nyata. Soalnya Presiden Taekwondo beserta tim demo yang dari korea itu ke Indonesia juga. Karena semangat bertemu orang korea itulah, gw belain malem-malem nyuci seragam yang warnanya hampir seperti tempe panuan.
Pagi-pagi gw udah menyusup ke rumah Angga dengan maksud menculik adik kosnya. Eh engga, tapi buat mastiinpersiapannya. Sudah dirasa cukup, kita nungguin bis rombongan di pertigaan seperti perjanjian.
Huammghhh.. berjam-jam nungguin, berpuluh-puluh angkot menghampiri, beribu-ribu cewek melirik, berjuta-juta upil kuraih. Akhirnya bis datang juga walau telat berjam-jam. Setelah nongkrong 2 jam di bis, nyampe jua di surabaya kota panas. But, sialnya kita dateng agak telat bin komat. Melewatkan beberapa acara inti. Tapi senenglah bisa kumpul-kumpul ama pecinta taekwondo se Jatim.
Hari ini bertepatan hari pemuda, Plaza Delta Surabaya diserbu ribuan orang berpakaian putih putih, Tapi engga naik kuda, karena kita bukan pangeran Diponegoro. Setelah acara selesai, kita shopping-shopping di mallnya. Masih pake seragam tanpa sandal dan muka tidak senonoh, gw bareng 8 orang temen gw tetep pede walau diliatin orang-orang.
Kemudian, mata kita pada ngelirik-ngelirik ke Time Zone, liur mengalir deras, mulut tergagap-gagap, kaki kejang-kejang. (ini orang ayan apa bukan sih). Langsung uber permainan yang ada tonjokan ama pukulannya. Rupanya TimeZone udah tau kalo mereka bakal kedatangan taekwondoin, permainan yang berpotensi ditendang dimatiin mesinnya. Tapi ada beberapa yang masih bisa diakalin. DDR (dance yang diinjek2) yang biasanya dimainin 2 orang itu, digebukin ama 4 orang. Mainan pukul banyak yang error gak bisa deteksi speed pukulannya, beneran lohh.. Yang paling hancur tuh permainan tendang bola, temen gw nendangnya pake sekuat tenaga + mantra-mantra. Thats all just for fun, tak ada niatan ngerusak.

TaeKwonDo is my wife..
Read original post at Kang Parmind blog
Setelah sekian lama jadi secret admirer, akhirnya sekarang punya kesempatan untuk show off
Sekalian mo ngejawab pertanyaan2 yang banyak mampir via email, sms, maupun telp mengenai bagaimana kelanjutan kisah kami, ini jawabanku : She has already knew it. And I’m falling in love with her so deeply
If You’re Not The One – [...]
Read original post at Rahardianto Seno blog
Setelah sekian lama jadi secret admirer, akhirnya sekarang punya kesempatan untuk show off
Sekalian mo ngejawab pertanyaan2 yang banyak mampir via email, sms, maupun telp mengenai bagaimana kelanjutan kisah kami, ini jawabanku : She has already knew it. And I’m falling in love with her so deeply
If You’re Not The One – […]
Read original post at Rahardianto Seno blog
ringkasan cerita perjalanan journey to the ancestors, mudik lebaran 2007, rute cibinong darussalam – magetan hadiningrat…
vehicle : xenia wine red F 1403 GM
participants : papa, mama, aline, babysitter, andri (aline’s uncle), and co driver mr.semin van sragen
——–part 1—
pada tangal 10/10/2007 dini hari before the crack of dawn, saat pak satpam nabuhi tong sampah membangunken orang sahur, dan loudspeaker dari masjid sekolah al madinah masih melantunkan entah ngaji entah pujian, kurang jelas kedengerannya, aline pun diangkat paksa dari peraduannya yang nyaman sampai akhirnya dia bangun, dikasih susu, lalu cuci muka dan ganti baju. sementara papa siap siap ngeluarin mobil, oomnya aline ngeluarin segenap travel bag, tas kresek dan lain lain ke teras. sembari menunggu mama mandi, papa dan oomnya aline pun mulai loading barang ke kendaraan perang yang sudah disiapkan. after loading complete, pak andi (the satpam RT) dititipi kunci rumah. papa dan oomnya aline siap siap mandi plus bikin kopi, mama dandan, babysitter nyiapin bawaannya sendiri, dan aline sibuk main main dengan botol susunya…
akhirnya pasukan berangkat dari fort base tepat 0300h, diiringi lagu lagunya tasya yang muter bolak balik sehingga mobil kami mirip rombongan piknik anak TK. konon ini disebabkan karena 95%kaset yang ada di dasbor semuanya tidak layak didengar oleh kuping normal, dan sudah ada larangan disetel kecuali waktu papa sedang nyetir sendirian (black sabbath saja kata mama terlalu kenceng *sad*), dan radio masih belum ada yang siaran, jadi satu satunya pilihan untuk rengeng rengeng ya cuma kasetnya tasya tadi itu.
off we go, tol jagorawi masih lancar jaya tanpa ada saingan berarti, cuma beberapa truk dan mobil pribadi yang tampaknya akan mudik juga.
0330h sampai di wisma mulia untuk njemput sopir cadangan mr.semin van sragen, 0345h tepat kami berangkat dari wisma mulia
off we go again, liwat tol dalam kota, masuk pondok gede timur, istirahat sholat subuh di rest area daerah karawang timur yang rame banget sehingga cari parkiran susah dan toilet ngantri, lalu keluar di pintu tol cikampek tepat 0508h, kenapa lewat cikampek? karena kami lirik lirik ke arah pintu tol dawuan (yang ke bukit indah) dan belokan ke arah sadang sudah rame kendaraan khususon truk, yang mana hal itu menandakan bahwa di pintu tol tersebut sudah ada penumpukan kendaraan, maka kami memutuskan untuk lewat cikampek saja. keluar tol belok kiriiiii…terus lewat cikampek kota, lanjut ke jalur ciredak, sukamandi, pamanukan, jalanan ramai lancar, ditingkahi oleh para pengendara motor yang terlihat masih semangat semua, dan lucu lucu tampilannya (ada motor plat E yang nggantungin krupuk seplastik di plat nomer belakang, ada motor bebek gak jelas tipenya tapi dipasangi sound sistem ndangdutan dan orangnya pake rompi PLN warna biru, ada yang pasang givi handmade dari kayu plus kardus ditempeli stiker “jakarta-pemalang economy class full ac”). yang jelas, perjalanan di jalur ini cerah ceria, tapi aline masih lelap, biasa, masuk mobil kena ac, dijamin sang penguasa kecil ini langsung tidur.

AC + soft platform = fall asleep
0800h di daerah patrol bemper depan kami sempat dicium oleh pengendara grand yang gaya nyetirnya agak biyayakan dan tiba tiba menabrak suzuki carry biru di depan kanan mobil kami, dan jatuh di depan mobil, untung rem mobilnya masih manteb, jadi gak ketabrak…yak, baret pertama perjalanan mudik. kami teruskan ke arah eretan wetan, lalu 0830h kami brenti di daerah losarang, di rumah makan pesona laut di kiri jalan, nasgorkamnya uenak banget, 10ribu porsi buanyak, plus pemandangan laut jawa yang sepi dan penuh air (ya iyalah, laut). sementara aline tampak ceria karena bangun bangun sampe pantai, main air, liat ikan…

Aline’s uncle, mr.semin van sragen, Aline, mama, babysitter

Aline and mama, with the north coast of java as the background
sarapan usai, seperminuman teh kemudian perjalanan diteruskan ke arah lohbener, jatibarang, arjawinangun, masuk pintu tol plumbon tepat 0938h, keadaan tol lancar jaya, jaya sentausa, sentausa selamanya, mobil bisa dipacu pada kecepatan max 140km/jam, lalu keluar pintu tol kanci 0957h, di depan pintu tol ada tabrakan beruntun 5 atau 6 mobil bagus bagus, lalu lintas sempat tersendat beberapa menit disini, lalu diteruskan melewati jalur pantura standar yaitu losari, brebes, tegal kota rock city,

In Kuta Rock City) Where the evil dance
(In Kuta Rock City) Where the hero dies
(In Kuta Rock City) Where is all my cash
(In Kuta Rock City) Please don’t break my heart again
bablas pemalang, pekalongan, batang (di sini kami kembali disalip oleh bapak rompi PLN bermotor ndangdutan tadi, nice), masuk alas roban,

west entrance of alas roban
subah, weleri, kendal, masuk tol manyaran (jamnya lupa, tiketnya gak ketemu…hehehe), keluar tol tembalang, lalu di daerah ungaran berhenti sejenak picking up another uncle of aline yang sedang kuliah di semarang, dan hendak ikut mobil kami, sekitar 1700h kami istirahat sholat duhur+ashar di pom bensin ungaran.
setelah sejenak beristirahat perjalanan dilanjut ke arah salatiga, saat adzan maghrib terdengar di radio, kami berhenti lagi untuk dinner+sholat maghrib di warung swalayan di salatiga tengah hutan, pokoknya tempatnya banyak yang jualan wajan itu lho…warungnya di sebelah kanan jalan.
perjalanan kembali diteruskan lewat jalur roller coaster sruwen, gemolong, sampe sragen. di sragen sopir cadangan turun di nggambiran, disini sopir utama yaitu papa kembali menyetir, lewat jalur bus malem yaitu jalur gondang, mantingan, ngawi (lewat jalur bis yang jalannya naudzubilah gronjalan berlubang lubang bergelombang nan menjijikkan yang tembusnya terminal ngawi) belok kanan, geneng, liwat gapura paling indah di dunia saat itu, “ANDA MEMASUKI WILAYAH KABUPATEN MAGETAN HADININGRAT”, glodok, sampai maospati, (di jalur ini ada satu bis yang layak diwaspadai, namanya sumber kencono atau lebih dikenal sebagai sumber bencono, karena nyetirnya edan edanan buanget, nyalip ambil jalur kita, biarpun kita ngedim sampek jebol gak akan direken, makanya banyak terjadi tabrakan frontal melawan bis ini). maospati belok kanan, sukomoro, tinap, dan ketemu gapura yang bahkan lebih indah lagi “ANDA MEMASUKI WILAYAH KECAMATAN MAGETAN HADININGRAT”…huehehe…lalu kami sampai di rumah orangtua papa, rumah eyangnya aline sekitar 2245h. overall perjalanan berangkat kami tidak mengalami kemacetan berarti, ya tadi pas di kanci itu saja tersendat
—part 1 finished—
—–part 2 —–
pada 18/10/07, hari kepulangan kami menuju cibinong darussalam, kami start dari magetan hadiningrat tepat 0800h abis sarapan, lewat jalur yang sama, sempat mampir dulu di rumah kakeknya papa di glodok, lalu terus lewat ngawi yang jalannya gronjalan nggilani tadi, akhirnya 0945h sampe sragen, sopir cadangan kembali menyetir mulai dari pasar sragen, kembali liwat jalur roller coaster gemolong, dst sampai salatiga
istirahat sholat duhur 1230h di daerah ungaran, lalu masuk pintu tol tembalang 1311h, bablas masuk alas roban dari kaliwungu, istirahat makan siang di warung sate di daerah cepiring 1416h, sampai disini perjalanan masih lancar jaya.
perjalanan dilanjut ke arah weleri, batang, pekalongan, pemalang, tegal, brebes, losari, masu
k tol kanci, keluar pintu tol plumbon (dua duanya tiketnya ilang, jadi lupa jam berapa…sorry)
sekeluar dari plumbon, kami melihat belokan ke kanan arah indramayu tampak padat merayap, lalu kami pun ambil kiri lewat jalur palimanan, jatiwangi, kadipaten, cikamurang, hutan belantara, karangbungur, subang, kalijati, dan akhirnya ketemu peradaban di sadang, masuk tol sadang 2340h di tol jakarta cikampek ini keadaan mulai ramai tapi masih lancar, bablas sampe pintu tol dalam kota halim 0032h, sampai wisma mulia untuk ngedrop mr.semin van sragen tepat 0110h, lalu diteruskan ke bogor lewat tol jagorawi, keluar tol sentul sirkuit, sampai rumah 0200h…kami pun sampai dengan riang gembira, gembira loka…eh, tidak juga, karena sesampai dirumah ternyata air di galon aqua sudah habis, di kulkas juga habis, jadi kami memendam rasa dahaga sampai matahari terbit…hehehehe…
—part 2 finished—
thanks to : mr.semin van sragen yang telah menyopiri mobil kami, dan mengoleh olehi kami semangka buesar seberat 10kg lebih, pak andi yang telah membersihkan rumah selama ditinggal mudik, mpok yang datang jumat pagi pagi untuk membantu membereskan rumah dan barang barang pasca mudik, dan tiada lain kepada Gusti allah yang maha kuasa karena telah mengijinkan kami untuk sekali lagi menikmati perjalanan mudik+balik dengan selamat.
Read original post at alfarizqi blog
Latest Comments